Showing posts with label Cewek. Show all posts
Showing posts with label Cewek. Show all posts

Saturday, May 8, 2010

Ajaran macam apa cinta IkaL - A Ling?!

Ditulis pertama kali pada 4 Januari 2009 dengan menggebu-gebu.
Edit bahasa dan tulisan: 22 Maret 2010 :D
Masih ingat Maryamah Karpov, sobat?
Ini tulisan ketika saya sedang dalam proses menyelesaikan novel setebal itu :


(sumber gambar)


(sumber gambar)

Kenapa mesti A Ling? Aku rasa perjuangan IkaL adalah untuk mengajari bagaimana kita memperjuangkan mimpi/cita2, bukan cinta, seperti yg ia lakukan sendiri. Kenapa A Ling?! Aku tidak habis pikir secerdas otak IkaL semuanya dipersembahkan buat A Ling se0rang?? Pernahkah kau brpikir sepertiku kawan? Yang hampir tergelitik atau malah ingin muntah2 menyimak sejuta cara IkaL untuk menemui pujaan hatinya..
Sungguh,aku hanya menggeleng2 betapa sejuta pesona hidup IkaL luluh lantak di mataku hanya karena sejuta cintanya untuk A Ling.. Ah,tapi hanya di mataku kok, tentu bagi banyak pembaca Maryamah Karpov lain tidak serupa. Hm,apa memang aku yang buta soal cinta?? Atau karena aku hanya berusaha realistis terhadap segala hal,utamanya soal cinta? *Saya jadi teringat tulisan di kaos Joger saya, bunyinya:

Haha.. #ILoveQuotes.
Hm, sedikit lama aku berpikir, apa aku saja yang picik ketika membaca cerita IkaL?! Bukankah kerealistisan itu salah satu kendala penghambat cita?! Aku rasa IkaL tak pernah realistis soal mimpinya, makanya Tuhan selalu memeluk mimpi2nya itu.

Aku kembali bertanya, kenapa mesti A Ling?? Aku jadi penasaran, perempuan macam apakah si A Ling tersebut, seingatku IkaL tak pernah menceritakannya dengan begitu detail. Hanya paras kuku2 A Ling yang cantik begitu juga senyumnya yang sampai kini memikat IkaL dalam dimensi mimpi dan rindunya. Sebegitu mengandung toxic-kah perempuan itu di mata laki2 seperti lagu yang dibawakan The Changcuters hingga Ikal rela menukar nyawanya hanya demi sekulum senyum A Ling?! Ahh, kerasionalan logika laki-laki memang sering perlu dipertanyakan.. Atau, cinta pada dasarnya tak kenal logika?
Ahh, tak adakah yg lebih indah di dunia ini selain urusan cinta dan tetek bengeknya??
Bah.
Hm, setelah aku mereview kembali ingatanku soal cerita IkaL - A Ling,aku baru saja menemukan sesuatu. Kawan tentu tahu betapa melownya cerita orang sedang mabuk cinta dalam mendramatisasi ceritanya. Betapa banyak cerita melankolis, para pencinta selalu ditampilkan tergolek lemah atau sakit2an karena tak jua bertemu pujaan hatinya, atau karena cinta yang bertepuk sebelah tangan, dsb. Seperti Maria yang kehilangan 'separuh nyawa'nya karena Fahri, atau cinta tragis Jani kepada Radit (film Radit dan Jani). Hm, sedangkan dalam cerita Andrea Hirata, kemelankolisan Ikal hampir sama sekali tidak tampak. Cintanya terbungkus apik dengan semangat yang menggelora hingga terkesan heroik, meski sebenarnya melas tiada tara..

Perjuangannya berjibaku dengan keadaan alam Eropa Afrika beserta segala kesulitan yang menghadangnya, menjadi pendulang timah, usaha Berae demi rupiah2 untuk modal menyingkap misteri A Ling, sampai pada akhirnya membuat perahu sendiri dengan teori2 sumbangan Lintang adalah kenekatan luar biasa yang menampilkan semangat perjuangan Ikal yang sebenarnya menurutku adalah lebay, cengeng!
Itulah, melankolisnya Ikal dalam impiannya terhadap A Ling digambarkan dengan semangat, pantang menyerah, tekad-nekad yang sudah menyetan dalan diri Ikal hingga menjiwai seluruh lakunya.
Bukan cinta yg mellow,melankolis, dramatis, tangis, terkulai, tragis sampai menemui mati.

Ya, setiap orang berhak mengapresiasi buku yang dibacanya sekehendak hatinya. Maksudku sekehendak hati yaitu bagaimana caranya ia menginterpretasi, menerjemahkan dengan cara pandang tertentu, dengan maksud agar mengena dan membarikan manfaat bagi (utamanya) dirinya.
Seperti halnya dalam cerita ini, aku masih bersikukuh dalam cara pandangku bahwa Andrea Hirata mengajari kita bagaimana memperjuangkan mimpi hingga mengantarkan sampai ke langit lapis 7 biar dipeluk Tuhan. Bukan bagaimana cara kita pantang menyerah memperjuangkan seseorang apalagi hanya sebatas lelaki atau perempuan yang belum tentu menjadi milik kita! Jadi kita dapat mengambil sedikit pelajaran bahwa cara Ikal menuju perwujudan citanya adalah dengan tindakan-tindakan produktif, bukan bermalas-malasan bermuram durja di kamar!

Meskipun menurutku perjuangan-perjuangan cinta macam begitu itu masih saja tak jauh beda dengan cara manusia merendahkan dirinya,demi cinta A Ling?(ingin muntah aku rasanya)tapi setidaknya semangat pantang menyerah itulah yang patut kita teladani.

Sekian.

Sunday, January 10, 2010

Cewek Anti Maskulinitas? Haha…

Cewek Anti Maskulinitas? Haha…
(Maskulin itu Kolaborasi Pemikiran Jiwa dan Cara Bersikap)


Menurut saya, menatap langit-langit kamar dengan mimik serius itu salah satu bentuk maskulinitas lho.. hehe, kok bisa?!
Ya iya..
Seringkali saya setelah sholat langsung tergoda untuk berbaring (mak blek). Dalam keadaan masih terbalut mukena, saya rebahkan diri (mlumah) dengan sikap sempurna, lalu menyimpan kedua tangan saya di balik kepala sebagai tempat bertumpu (kaya’ posisi mau sit up itu lo..)

Bayangkan, haha, atau coba praktekkan, anda akan merasa seperti laki-laki (bagi perempuan), haha.. *setidaknya itu yang saya rasakan*. Dengan dada bidang dan pundak tegap, pandangan mata lurus menyorot ke atas (langit2 kamar) seolah membidik sasaran. Ya, itulah model-model lelaki menurut saya,__ mm, entah kenyataan dunia mereka seperti itu atau tidak, saya hanya mereka-reka, menyelam sebentar ke ‘dunia lain’ di sana__.

Kenapa? Karena pada saat itulah rasanya memiliki jiwa seorang pria, hehe. Sekali lagi, SERIUS, MATANG, TERARAH, dan JELAS apa yang dipikirkannya, gak sekedar ngelamun. (Ah, bingung saya ngejelasinnya, praktekkin sendiri deh). Wes to, poko’e ada sensasi tersendiri ok! Hahaha… ;D

Hm, mata memang tak mempu berakomodasi maksimum karena ‘kejedot’ atap, tapi itu masih lebih memberikan ‘ruang gerak’ daripada cuma mengamati isi kamar: lemari, kasur, rak, meja belajar, bla bla bla… Ada sejuta inspirasi dari atap kamar itu. Ya, kita dapat memikirkan apa saja di sana, mereka-reka………

Nah, coba bayangkan (dan atau praktekkan) kalau misalnya begini: berbaring miring, sambil molet-molet ga jelas, apalagi tengkurap, rasanya lebih kecewek-cewekan kan daripada kelaki-lakian?! :P
Ya memang sih sama-sama ada yang dipikirkan, tapi lebih cenderung pada pemikiran yang ‘santai’, ga brilliant, cengeng, hohoho.. Apalagi kalo pas tengkurap itu, coba deh perhatikan, biasanya perempuan itu kalo nangis (misal baru diputus pacarnya) tengkurap kan?! Pulang-pulang langsung masuk kamar, pintu dibanting, *jdhiiaerr!*, trus sesenggukan sampe bantal membentuk pulau-pulau besar, BASAH! *Hwohoho,,kebanyakan nonton sinetron, ;p*

Nah, itu dia, ya setiap orang memang punya style sendiri-sendiri sih, ga bisa digeneralisasi begitu saja, tapi ya begitulah, kadang sesuatu yang serius, brillian, emang (kadang) juga harus ditelurkan lewat cara bersikap yang eksentrik pula, hahahha…
Dan sayangnya, hal demikian itu (lagi-lagi menurut saya) terdapat dalam jiwa/model-model lelaki, bukan perempuan! Hwe, ya gpp kan kita (perempuan) pinjam sebentar, yang penting kan setelah memperoleh ‘sesuatu’ dari eksyen yang nyentrik tersebut, kita kembalikanlah… dan mari kembali pada wujud semula, :D

Nah, seperti pengalaman saya juga begitu, mulanya saya pake’ posisi maskulin kaya’ tadi, saya menemukan gagasan ketika itu, dua atau tiga bahkan. Hm, saya bertutur lancar, terarah menatap langit-langit kamar. Menatap, bukan memandang, benar-benar bertutur yang terarah, meskipun tidak saya lafalkan melainkan hati saya yang komat-kamit.. Wkwk..
Intinya, benar-benar BERGAIRAH!

Karena takut kehilangan gagasan yang saya temukan saat itu tadi, segera saya ambil pena dan menuliskannya, cepat-cepat, keburu menguap. Posisi saya masih baik, berbaring miring, dan tulisan saya masih lancar.. terus.. terus..
Lalu pegal juga, sulit menahan godaan untuk tidak tengkurap, dan apa hasilnya?! Beberapa menit kemudian, MALAS, muncul pikiran-pikiran MELANKOLIS, dan NGANTUK!
Weleh-weleh…

*Tuh kan, saat saya buka pintu kamar teman kos sebelah saya dengan tanpa permisi, wkwk, saya temukan diia dalam keadaan mureb sambil nulis-nulis sesuatu, haha...
Dasar perempuan! :P

# Pemikiran ini hanya gagasan sambil lalu, belum pernah dibuktikan dengan angket, kuosioner, polling, dan penelitian-penelitian sejenisnya secara lebih lanjut. Semua hanya sekedar spekulasi dan hipotesis penulis semata, hehe, jadi dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan ini, harap pemakluman saudara-saudara. :-P #

Akhir kata: “wahai laki-laki bukan bangsa reptil, subhanallah.. sejumput persembahan kagumku untukmu..” :’)

Ditulis: pertengahan November 2009
Revisi: 29 Nov 2009


diterbitkan di FB pada 30 Nov 2009